Selasa, 22 Maret 2011

REKONSTRUKSI TAFSIR

"Tentunya, sebuah tanggung jawab yang tidak mudah untuk menjadikan Al-Quran sebagai cahaya dan petunjuk ditengah arus budaya klaim, yang seringkali menari-nari di wilayah permukaan, tapi tidak mampu menyelami lautan Al-Quran yang penuh dengan mutiara."1

Secara etimologis, tafsir berasal dari kata fassara-yufassiru-tafsiran,yaitu menjelaskan dan menerangkan (al-idhah wa al-tabyin). Pandangan ini didasari pada sebuah ayat dalam surah Al-Furqan ayat 33, "Dan Kami tidak mendatangi kamu dengan sebuah perumpamaan kecuali dengan sebuah kebenaran dan tafsir yang paling baik". Jadi, tafsir adalah penjelasan dan penyingkapan.2 Dalam kamus yang paling otoritatif dalam literatur keislaman, Lisan Al-'Arab, tafsir berarti memperjelas, menyingkap yang tertutup, serta menyingkap makna sebuah lafaz yang sulit dipahami. Abu Hayyan Al-Tawhidi dalam Al-Bahr Al-Muhith mempunyai pandangan, bahwa tafsir merupakan upaya penelanjangan, pelepasan, dan pembentangan untuk tinggal landas. Tafsir adalah penyingkapan.3

Secara etimologis dapat dipahami bahwa tafsir adalah upaya menjelaskan dan menyingkap sebuah lafaz agar sampai pada sebuah pemahaman yang tepat. Dalam ayat diatas juga dapat disimpulkan, bahwa Al-Quran telah menegaskan sejaK awal perihal keterkaitan antara kebenaran (al-haqq) dan penyingkapan (al-tafsir. Keduanya merupakan sebuah paket yang tak terpisahkan. Tirai kebenaran harus senantiasa disingkap melalui medium tafsir.4


___________
1. Zuhairi Misrawi, Al-Quran Kitab Toleransi, hal. 97
2. Dr. Muhammad Husein Al-Dzahabi, Al-Tafsir wa Al-Mufassirun, Maktabah Wahbah, Kairo, Cet. VIII, 2003, hal. 12
3. Ibid
4. Zuhairi Misrawi, hal. 98

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar